
Nasi cawuk (sego cawuk) merupakan menu sarapan andalan warga Banyuwangi. Meski disiram kuah, cara makannya lebih nikmat kalau pakai tangan. Istilah bahasa osingnya dicawuk artinya disuap pakai tangan. Dahulu, sebelum ada peralatan makan seperti sendok dan garpu, masyarakat Banyuwangi makan langsung dengan menggunakan tangan. Cara makan tersebut oleh masyarakat Banyuwangi dinamakan disebut dengan ‘cawuk’.
Sego cawuk berkomposisi nasi putih yang disiram dengan dua macam kuah yakni kuah pindang dan kuah trancam (kelapa parut). Kombinasi rasa dari siraman kuah gurih manis ini sangat menggugah selera makan saat pagi.
Ditambah irisan ketimun, semanggi rebus dan sambal serai. Sambalnya ini autentik dibuat dari ulegan belimbing wuluh dan serai. Untuk lauknya pembeli bebas pilih sesuai selera. Biasanya ada telur cit yang khas dari Banyuwangi yaitu telur rebus yang masak lagi dengan bumbu petis. Jadi kuahnya kental dan hitam pekat.
Kini, sajian nasi becitarasa manis gurih ini memang tak lagi dicawuk, tapi kenikmatannya tetap jadi idola. Setiap porsi nasi cawuk terdiri dari nasi, jagung muda, irisan timun, dan irisan telur pindang. Nasi dan lauk itu disiram dengan kuah santan serta diberi bumbu merah yang rasanya pedas-asam. Aneka lauk pelengkap bisa kamu pilih, mulai dari pepes ikan, kikil, hingga dendeng.

Salah satu ciri khas yang membuat saian ini nikmat ialah cara memasak gendam untuk kuah pindang. Gendam ialah cara memasak dengan memanaskan gula pasir hingga menjadi karamel lalu dicampur dengan air dan dibiarkan mendidih. Rempah laos dan asam wadung juga tak lupa dimasukkan ke pindang kuah.
sumber : https://merahputih.com/post/read/sego-cawuk-sarapan-manis-gurih-ala-banyuwangi